Kelinci dan Peri
Anak
perempuan ini,
adalah
kelinci putih, berlari-lari kecil dengan kaki rapuhnya
ingin
tahu dunia, mau coba semua
Ia
melompat, tersenyum, tegak telinganya waspada
Di
tengah jalannya, ia lihat sebuah pintu,
cemerlang
keemasannya, menawarkan surga
Kelinci
putih mengetuk pintu, masuk di celah
Anak
perempuan ini,
adalah
peri kecil, terbang dengan sayap tembus pandangnya
berkelana
mencoba peruntungannya
Ia
bercanda, menembus mega, bermain cahaya
Di
tengah terbangnya, ia lihat sebuah jendela
Sinar
terang di baliknya, memanggil minta disapa
Peri
kecil mendekat, perlahan masuk di sela-sela
Kelinci
putih menyelinap, mengendap-ngendap…
Adasiapa disana?
Sepasang
tangan mengangkatnya, mengelusnya, membelainya
Siapakah
dia?
Kelinci
putih tak perduli…
Peri
kecil menyeruak, melayang pelan…
Sssshhhh,
ada siapa disana?
Seraut
muka menatapnya, membisikinya, mengistirahatkan sayapnya
Siapakah
dia?
Peri
kecil terlena…
Kelinci
putih melompat, menari tertawa
Sang
manusia sebagai tuannya,
Kelinci
tertatih-tatih ikuti langkahnya
Tapi
tak apa,
Kelinci
bahagia…
Sayang…
Peri
kecil bercanda, tersenyum tawarkan tangannya
Sang
manusia pegang jari mungilnya,
Peri
terputar-putar ikuti arusnya
Tapi
tak apa,
Peri
mencinta…
Sayang…
Manusia
tergelak,
Kelinci
di kakinya, peri di tangannya
Dan
anak perempuan lain di belakangnya
Ia
di SURGA…
Manusia
terbuai,
nyaman
termanja topangan tiga dayangnya
Manusia
mesra, menimang penuh janji
Kelinci
lugu, ia tertipu
Peri
dungu, ia tersipu
Oh
kelinci malang…
Oh
peri terbuang…
PS:
In order to remember our foolishness, dear! Now we can laugh about it, but
remember those times where we just fall into his words. Just like magic, huh? Unfortunately,
it was black magic I suppose? And he’s the evil wizard. Or should I say, lizard????
HAHAHAHAHA!!